
Senin, 27 Desember 2010
Selasa, 19 Oktober 2010
Fisik Pemain Persipasi Capai Level Tertingi
Bekasi – Pelatih Fisik Persipasi Ega Raka Galih mengaku, puas melihat kondisi fisik anak-anak Laskar Patriot yang sudah prima. Dari penilaianya, fisik pemain sudah mampu mencapai level tinggi.
“Saya melihat kondisi fisik anak-anak cukup bagus. Saat pertandingan melawan Persitara mereka main stabil selama dua kali empat puluh menit,” ujarnya. Ega meyakini, saat melawan Persikab Kabupaten Bandung Kamis (21/10) mendatang mereka tetap prima.
Dengan kondisi fisik maksimal, para pemain dapat menjalankan seluruh strategi yang diinginkan pelatih. Selain itu konsentrasi pemain juga dapat terjaga jika ditunjang dengan fisik yang prima.
“Pekan ini untuk fisik, kami memasuki program latihan maintenance (pemeliharaan) kondisi fisik. Mudah-mudahan anak-anak bisa sampai peak performance (Puncak penampilan) saat kompetisi dimulai nanti,” harapnya.
Sehingga pada saat kompetisi Divisi Utama digelar anak-anak asuh Warta Kusumah ini sudah on fire. Dalam mengisi latihan pemeliharaan fisik para pemain sudah disiapkan menu latihan speed explosive power (daya ledak kecepatan), reaction speed (kecepatan reaksi), dan coordination speed (koordinasi kecepatan
“Saya melihat kondisi fisik anak-anak cukup bagus. Saat pertandingan melawan Persitara mereka main stabil selama dua kali empat puluh menit,” ujarnya. Ega meyakini, saat melawan Persikab Kabupaten Bandung Kamis (21/10) mendatang mereka tetap prima.
Dengan kondisi fisik maksimal, para pemain dapat menjalankan seluruh strategi yang diinginkan pelatih. Selain itu konsentrasi pemain juga dapat terjaga jika ditunjang dengan fisik yang prima.
“Pekan ini untuk fisik, kami memasuki program latihan maintenance (pemeliharaan) kondisi fisik. Mudah-mudahan anak-anak bisa sampai peak performance (Puncak penampilan) saat kompetisi dimulai nanti,” harapnya.
Sehingga pada saat kompetisi Divisi Utama digelar anak-anak asuh Warta Kusumah ini sudah on fire. Dalam mengisi latihan pemeliharaan fisik para pemain sudah disiapkan menu latihan speed explosive power (daya ledak kecepatan), reaction speed (kecepatan reaksi), dan coordination speed (koordinasi kecepatan
Jumat, 15 Oktober 2010
Laskar Patriot Kembali Digembleng Latihan Fisik
Bekasi – Punggawa Persipasi Bekasi terus digenjot latihan fisik oleh Pelatih fisik Ega Raka Galih. Latihan fisik ini dilakukan agar punggawa Persipasi tampil prima dalam laga Divisi Utama 2010/2011.
Pelatih fisik Ega Raka Galih mengatakan, ketahanan fisik saat ini sudah 90 % maksimal sudah dapat bermain dikompetisi Indonesia. Meski demikian, Ega menilai speed anak asuhnya belum maksimal, sehingga terus digenjot hingga mencapai kecepatan maksimal.
Menurutnya, untuk mencapai kecepatan maksimal, anak-anak Laskar Patriot ini melakukan sprint jarak pendek 10 meter serta lari dengan karet elastic yang dibebani pemain lain dibelakangnya. Diharapkan dengan latihan tersebut, lari para pemain mencapai kecepatan maksimal.
“Ketahanan fisik pemain perlu kembali ditambah lagi usai uji coba, tim butuh kembali menggelar latihan fisik jilid kedua seiring mendekati dimulainya kompetisi Divisi Utama,” katanya.
Tim pelatih mentarget endurance pemain akan terus ditingkatkan setiap minggu dengan latihan yang bertahap bobotnya sebelum H-10 sebelum kompetisi. Sehingga saat kompetisi kondisi daya tahan pemain mencapai performance prima. Ini diperlukan agar pemain siap menjalani kompetisi yang sangat ketat.
“Selain mematangkan fisik, Persipasi kembali melakukan latihan pemantapan pola dan strategi antara lain passing, crossing, dan finishing
Pelatih fisik Ega Raka Galih mengatakan, ketahanan fisik saat ini sudah 90 % maksimal sudah dapat bermain dikompetisi Indonesia. Meski demikian, Ega menilai speed anak asuhnya belum maksimal, sehingga terus digenjot hingga mencapai kecepatan maksimal.
Menurutnya, untuk mencapai kecepatan maksimal, anak-anak Laskar Patriot ini melakukan sprint jarak pendek 10 meter serta lari dengan karet elastic yang dibebani pemain lain dibelakangnya. Diharapkan dengan latihan tersebut, lari para pemain mencapai kecepatan maksimal.
“Ketahanan fisik pemain perlu kembali ditambah lagi usai uji coba, tim butuh kembali menggelar latihan fisik jilid kedua seiring mendekati dimulainya kompetisi Divisi Utama,” katanya.
Tim pelatih mentarget endurance pemain akan terus ditingkatkan setiap minggu dengan latihan yang bertahap bobotnya sebelum H-10 sebelum kompetisi. Sehingga saat kompetisi kondisi daya tahan pemain mencapai performance prima. Ini diperlukan agar pemain siap menjalani kompetisi yang sangat ketat.
“Selain mematangkan fisik, Persipasi kembali melakukan latihan pemantapan pola dan strategi antara lain passing, crossing, dan finishing
Naturalisasi Pemain Mengerucut Pada 5 Nama
Niat PSSI untuk menaturaliasi sederet pemain asing berjalan di jalur yang benar. Pemain-pemain tersebut kemungkinan besar sudah mengantongi paspor Indonesia sebelum 1 November 2010.
Menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Iman Arif, berkas 4 calon pemain naturalisasi sudah masuk ke Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sedangkan satu berkas lainnya akan segera menyusul.
“Kalau berjalan lancar, pemain-pemain itu sudah akan mengantongi paspor Indonesia sebelum pendaftaran Piala AFF 2010 ditutup pada 1 November 2010,” kata Iman saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 13 Oktober 2010.
Empat pemain yang berkasnya sudah masuk ke Kemenpora adalah Jhonny Rudolf Van Beukering (Belanda), Raphael Guilermo Eduardo (Belanda), Christian Gonzales (Uruguay), dan Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman).
“Sedangkan berkas satu pemain lainnya, yakni David Ririhena akan kami masukkan besok (Kamis, 14 Oktober 2010),” ujar Iman.
Selain lima pemain tersebut, beberapa nama lainnya juga sempat masuk nominasi kandidat pemain naturalisasi. Mereka adalah dua pemain asal Belanda, Serginho Van Dijk dan Tobias Jesajas Waisapij.
“Sampai saat ini keduanya masih mikir-mikir dulu, jadi berkasnya belum kami proses seperti yang lainnya,” beber Iman.
Pada kesempatan yang sama, Iman juga mengatakan kalau pihaknya berniat memajukan jadwal pemusatan latihan tahap terakhir. TC Ini sejatinya akan dimulai 8 November 2010 mendatang.
Bila rencana ini bisa terwujud, Iman juga berniat menambah laga uji coba Markus Horison cs menjadi 4 kali. “Namun ini masih wacana. Kami harus bicara dengan PT Liga Indonesia terkait wacana ini,” tandasnya.
Indonesia saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi Piala AFF 2010 yang akan digelar di Vietnam dan Indonesia, Desember mendatang. Hingga saat ini pasukan Alfred Riedl telah melakoni dua uji coba resmi.
Pada uji coba pertama, Jumat, 8 Oktober 2010, timnas kalah 1-7 dari semifinalis Piala Dunia 2010, Uruguay. Sedangkan pada uji coba kedua, Tim Merah Putih berhasil menang 3-0 lawan Maladewa.
Di Piala AFF 2010, Indonesia bergabung di Grup A bersama Thailand, Malaysia, dan satu wakil dari babak kualifikasi. Pada pertandingan pertama, 1 Desember 2010, Indonesia akan bertemu Malaysia
Menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Iman Arif, berkas 4 calon pemain naturalisasi sudah masuk ke Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sedangkan satu berkas lainnya akan segera menyusul.
“Kalau berjalan lancar, pemain-pemain itu sudah akan mengantongi paspor Indonesia sebelum pendaftaran Piala AFF 2010 ditutup pada 1 November 2010,” kata Iman saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 13 Oktober 2010.
Empat pemain yang berkasnya sudah masuk ke Kemenpora adalah Jhonny Rudolf Van Beukering (Belanda), Raphael Guilermo Eduardo (Belanda), Christian Gonzales (Uruguay), dan Kim Jeffrey Kurniawan (Jerman).
“Sedangkan berkas satu pemain lainnya, yakni David Ririhena akan kami masukkan besok (Kamis, 14 Oktober 2010),” ujar Iman.
Selain lima pemain tersebut, beberapa nama lainnya juga sempat masuk nominasi kandidat pemain naturalisasi. Mereka adalah dua pemain asal Belanda, Serginho Van Dijk dan Tobias Jesajas Waisapij.
“Sampai saat ini keduanya masih mikir-mikir dulu, jadi berkasnya belum kami proses seperti yang lainnya,” beber Iman.
Pada kesempatan yang sama, Iman juga mengatakan kalau pihaknya berniat memajukan jadwal pemusatan latihan tahap terakhir. TC Ini sejatinya akan dimulai 8 November 2010 mendatang.
Bila rencana ini bisa terwujud, Iman juga berniat menambah laga uji coba Markus Horison cs menjadi 4 kali. “Namun ini masih wacana. Kami harus bicara dengan PT Liga Indonesia terkait wacana ini,” tandasnya.
Indonesia saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi Piala AFF 2010 yang akan digelar di Vietnam dan Indonesia, Desember mendatang. Hingga saat ini pasukan Alfred Riedl telah melakoni dua uji coba resmi.
Pada uji coba pertama, Jumat, 8 Oktober 2010, timnas kalah 1-7 dari semifinalis Piala Dunia 2010, Uruguay. Sedangkan pada uji coba kedua, Tim Merah Putih berhasil menang 3-0 lawan Maladewa.
Di Piala AFF 2010, Indonesia bergabung di Grup A bersama Thailand, Malaysia, dan satu wakil dari babak kualifikasi. Pada pertandingan pertama, 1 Desember 2010, Indonesia akan bertemu Malaysia
Tetap Undang Tim Papan Atas Bagi Timnas
Badan Tim Nasional (BTN) PSSI belum merasa puas dengan hanya mendatangkan Uruguay dan Maladewa. BTN sudah memiliki daftar sejumlah tim papan atas dunia atau tim dari kategori medioker yang siap untuk dinegosiaikan kehadirannya ke Indonesia.
Negosiasi dengan beberapa tim bahkan disebut-sebut sudah hampir mencapai tahapan final, termasuk Hongkong, Pantai Gading, Cina dan Korea Utara. Dalam catatan BTN, paling tidak ada tujuh tim yang menyatakan tidak keberatan untuk bermain di Jakarta atau kota lainnya.
Menurut keterangan Ketua BTN PSSI Iman Arif, setidaknya sudah tiga bulan terakhir ini pihaknya melakukan pendekatan yang intensif dengan enam atau tujuh tim mancanegara di atas. Bahkan beberapa di antaranya sudah direncanakan untuk dapat dipertandingkan dengan timnas Indonesia pada pekan kedua November mendatang. Pantai Gading atau Korut, misalnya, termasuk yang diplot untuk dihadapkan dengan timnas pada 11 November, Paraguay dijadwalkan 17 November.
"Jadwal ini masih tentatif, sebab tergantung kelancaran kompetisi kita. Masih ada waktu beberapa hari bagi para pemain timnas untuk berkumpul di pelatnas sebelum menghadapi pertandingan internasionalnya,"jelas Iman Arif.
Para pemain timnas sudah langsung dikembalikan ke klubnya masing-masing seusai laga uji coba internasional keduanya melawan Maladewa, Selasa (12/10) di Bandung. Bambang Pamungkas dkk diproyeksikan baru akan kembali bergabung di pelatnas persiapan AFF Championship pada awal pekan kedua November.
Banyaknya pertandingan internasional yang direncanakan memang tak terlepas dari keinginan untuk meningkatkan kesiapan para pemaiin timnas menghadapi gelaran AFF Championship, khususnya penyisihan grup A di Jakarta di mana Bambang Pamungkas dkk akan berjibaku dengan Thailand, Malaysia dan tim pemenang dari kualifikasi grup antara Laos, Kamboja, Timor Leste dan Filipina.
Di samping itu, BTN sendiri tampaknya ingin merubah paradigma yang selama ini melekat pada dirinya, yaitu ssbagai "cost center". Dengan kata lain, BTN mengharapkan timnas sudah bisa "dijual" dan mendatangkan keuntungan. Namun, Iman Arif menepis hal itu. Menurutnya, masih sangat sulit dalam kondisi timnas saat ini BTN memperoleh keuntungan materi dari pertandingan-petandingan internasional yang dilakukan.
"Kita baru bisa bicara keuntungan kalau sudah banyak sponsor-sponsor besar yang tertarik," katanya.
Iman Arif menjelaskan, tujuan utama dari pertandingan-pertandingan internasional yang dihadapi timnas tetap untuk "mendongkrak" penampilan mereka. "Saya pikir kita harus lebih banyak menghadapkan timnas dengan tim-tim berkalas untuk meningkatkan level kemampuan mereka baik secara individu mau pun tim," tegasnya.
Meningkatnya performa timnas untuk akhirnya mampu merebut gelar juara dari sebuah even mancanegara, katakanlah AFF Championship, memang menjadi harapan pecinta sepakbola nasional. Jika masih luput merenggut gelar di AFF Championship yang sudah semakin mendekat, tatapan berikutnta adalah menggapai sukses di pentas sepakbola SEA Games tahun depan di Indonesia. Oleh karena itu, BTN harus meramu berbagai cara.
"Menyuntikkan" pemain keturunan ke timnas, misalnya, termasuk salah satu formula yang tetap akan dilakukan oleh BTN. Menyiasati rambu-rambu atau aturan dari FIFA yang tidak memperkenankan pemain keturunan yang belum memperoleh paspor untuk dimainkan bersama timnas --yang menyebabkan mereka gagal memperkuat timnas saat menghadapi Uruguay atau Maladewa-- BTN akan mencoba menampilkan para pemain keturunan yang sudah "terdaftar" dalam pertandingan ujicoba internasional yang sifatnya tidak resmi.
"Sudah ada dalam rencana kita untuk menampilkan mereka dalam tim Indonesia Selection, yang mungkin akan kita hadapkan dengan tim Malaysia Selection," demkian antara lain dikemukakan Iman Arif.
Laga internasional tim Indonesia Selection dengan Malaysia Selection ini diproyeksikan bisa digelar juga pada pertengahan November juga.
Negosiasi dengan beberapa tim bahkan disebut-sebut sudah hampir mencapai tahapan final, termasuk Hongkong, Pantai Gading, Cina dan Korea Utara. Dalam catatan BTN, paling tidak ada tujuh tim yang menyatakan tidak keberatan untuk bermain di Jakarta atau kota lainnya.
Menurut keterangan Ketua BTN PSSI Iman Arif, setidaknya sudah tiga bulan terakhir ini pihaknya melakukan pendekatan yang intensif dengan enam atau tujuh tim mancanegara di atas. Bahkan beberapa di antaranya sudah direncanakan untuk dapat dipertandingkan dengan timnas Indonesia pada pekan kedua November mendatang. Pantai Gading atau Korut, misalnya, termasuk yang diplot untuk dihadapkan dengan timnas pada 11 November, Paraguay dijadwalkan 17 November.
"Jadwal ini masih tentatif, sebab tergantung kelancaran kompetisi kita. Masih ada waktu beberapa hari bagi para pemain timnas untuk berkumpul di pelatnas sebelum menghadapi pertandingan internasionalnya,"jelas Iman Arif.
Para pemain timnas sudah langsung dikembalikan ke klubnya masing-masing seusai laga uji coba internasional keduanya melawan Maladewa, Selasa (12/10) di Bandung. Bambang Pamungkas dkk diproyeksikan baru akan kembali bergabung di pelatnas persiapan AFF Championship pada awal pekan kedua November.
Banyaknya pertandingan internasional yang direncanakan memang tak terlepas dari keinginan untuk meningkatkan kesiapan para pemaiin timnas menghadapi gelaran AFF Championship, khususnya penyisihan grup A di Jakarta di mana Bambang Pamungkas dkk akan berjibaku dengan Thailand, Malaysia dan tim pemenang dari kualifikasi grup antara Laos, Kamboja, Timor Leste dan Filipina.
Di samping itu, BTN sendiri tampaknya ingin merubah paradigma yang selama ini melekat pada dirinya, yaitu ssbagai "cost center". Dengan kata lain, BTN mengharapkan timnas sudah bisa "dijual" dan mendatangkan keuntungan. Namun, Iman Arif menepis hal itu. Menurutnya, masih sangat sulit dalam kondisi timnas saat ini BTN memperoleh keuntungan materi dari pertandingan-petandingan internasional yang dilakukan.
"Kita baru bisa bicara keuntungan kalau sudah banyak sponsor-sponsor besar yang tertarik," katanya.
Iman Arif menjelaskan, tujuan utama dari pertandingan-pertandingan internasional yang dihadapi timnas tetap untuk "mendongkrak" penampilan mereka. "Saya pikir kita harus lebih banyak menghadapkan timnas dengan tim-tim berkalas untuk meningkatkan level kemampuan mereka baik secara individu mau pun tim," tegasnya.
Meningkatnya performa timnas untuk akhirnya mampu merebut gelar juara dari sebuah even mancanegara, katakanlah AFF Championship, memang menjadi harapan pecinta sepakbola nasional. Jika masih luput merenggut gelar di AFF Championship yang sudah semakin mendekat, tatapan berikutnta adalah menggapai sukses di pentas sepakbola SEA Games tahun depan di Indonesia. Oleh karena itu, BTN harus meramu berbagai cara.
"Menyuntikkan" pemain keturunan ke timnas, misalnya, termasuk salah satu formula yang tetap akan dilakukan oleh BTN. Menyiasati rambu-rambu atau aturan dari FIFA yang tidak memperkenankan pemain keturunan yang belum memperoleh paspor untuk dimainkan bersama timnas --yang menyebabkan mereka gagal memperkuat timnas saat menghadapi Uruguay atau Maladewa-- BTN akan mencoba menampilkan para pemain keturunan yang sudah "terdaftar" dalam pertandingan ujicoba internasional yang sifatnya tidak resmi.
"Sudah ada dalam rencana kita untuk menampilkan mereka dalam tim Indonesia Selection, yang mungkin akan kita hadapkan dengan tim Malaysia Selection," demkian antara lain dikemukakan Iman Arif.
Laga internasional tim Indonesia Selection dengan Malaysia Selection ini diproyeksikan bisa digelar juga pada pertengahan November juga.
Senin, 11 Oktober 2010
Warta Kusumah Puas Anak Asuhnya Atasi Persikota Tangerang
Pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusumah puas dengan hasil uji coba melawan Persikota Tangerang, Sabtu lalu. Dalam uji coba tersebut Persipasi menang tipis 1-0 di Satdion Tangerang.
“Hasil evaluasi selama TC maupun uji coba sebelumnya sudah nampak kelihatan di semua lini jika melihat hasil pertandingan ini (persipasi vs Persikota),” ujar Warta Kusumah.
Menurutnya, perpaduan disemua lini sudah mulai menunjukan agresifitas dalam mengatur serangan maupun disaat kehilangan bola, meskipun masih ada sedikit kekurangan.Penilaian Warta, anak asuknya sudah mulai mengerti jika melakukan serangan otomatis sayap akan membuka dan mencari posisi dan sebaliknya jika kehilangan bola para pemain langsung menutup pergerakan lawan.
Mengenai penampilan striker Roberto Kwateh, kata Warta, Kwateh yang diharapkan menjadi mesin gol persipasi belum menunjukan tajinya sebagai striker. Di posisi gelandan Warta juga menilai masih sering terjadi kesalahan selain faktor miss comunication dan faktor individualis.
Sementara itu, Pelatih fisik Ega Raka Galih mengatakan, kondisi fisik sudah ada peningkatan setelah uji coba tersebut,kondisi fisik para pemain sudah dinyatakan siap 90%, namun sudah mampu bermain fulltime. “Yang masih kurang adalah speed, dan saya akan menggebernya sebelum kompetisi Divisi Utama digelar 30 Oktober mendatang,”
Minggu, 10 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)







